Minggu, 12 Juni 2016

Menetapkan Media Periklanan



  1. Menetapkan Media
    Ada lima langkah yang dilakukan dalam memilih media, yaitu : menetapkan jangkauan, frekuensi dan pengaruh; memilih diantara tipe-tipe media utama; memilih wahana media yang spesifik; menetapkan waktu beriklan dalam media dan menetapkan alokasi media berdasarkan geografi.
    1. Menetapkan Jangkauan (Reach), Frekuensi (Frequency) dan Pengaruh (Impact)
      Jangkauan adalah banyaknya orang atau rumah tangga yang berbeda yang diekspos melalui jadwal media tertentu paling sedikit sekali dalam satu periode waktu tertentu. Frekuensi adalah berapa kali dalam satu periode waktu tertentu orang atau rumah tangga rata-rata menerima pesan dalam iklan. Pengaruh adalah nilai kualitatif dari satu ekspos iklan melalui satu media yang telah ditetapkan.
      Ada trade-off antara jangkauan, frekuensi dan pengaruh. Jika pengiklan ingin meningkatkan frekuensi maka jangkauan otomatis berkurang, dan jika pengiklan ingin meningkatkan pengaruh (artinya menggunakan wahana media yang lebih bergengsi dimana lebih mahal biayanya) maka jangkauan akan berkurang (jangkauan bisa tetap kalau frekuensi dikurangi).
      Dalam anggaran yang sudah ditetapkan, pengiklan harus menetapkan kombinasi jangkauan, frekuensi dan pengaruh yang paling efektif. Jangkauan lebih dipentingkan jika meluncurkan produk baru. brand yang terkenal atau brand yang tidak sering dibeli. Frekuensi lebih penting kalau ada pesaing yang kuat, rumitnya cerita iklan, kekakuan konsumen atau siklus pembelian yang sering. Krugman menyatakan bahwa tiga kali eksposure dari iklan sudah cukup:
      • Eksposure pertama adalah untuk memberitahu pemirsa ada produk baru yang diluncurkan.
      • Eksposure kedua untuk memberitahu audience apa pesan yang terlewat pada eksposure yang pertama dan lebih mendorong konsumen untuk mengetahui segala sesuatu tentang produk tersebut.
      • Eksposure ketiga untuk meyakinkan audience bahwa keputusannya tepat kalau membeli produk itu.
    2. Memilih diantara Tipe-tipe Media Utama
      Ada enam media utama dalam beriklan:
      1. Surat Kabar
      2. Televisi
      3. DirectMail
      4. Radio
      5. Majalah
      6. Luar ruang
      Dalam memilih media yang disebutkan diatas, pengiklan harus mempertimbangkan beberapa variabel dibawah ini, berurut menurut tingkat kepentingannya:
      • Kebiasaan sasaran audience dari media yang dipilih.
      • Disesuaikan dengan jenis produk.
      • Disesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan.
      • Disesuaikan dengan anggaran (mempertimbangkan biaya dari masing-masing media).
      • Pengiklan harus dapat memutuskan anggaran ke kombinasi media-media yang dipilih. Misalnya anggaran iklan adalah 6 juta dolar, 3 juta dialokasikan untuk televisi, 2 juta untuk majalah wanita dan 1 juta untuk surat kabar.
Sumber : http://www.angelfire.com/id/akademika/rkuliah3.html

Menetapkan pesan periklanan online



  1. Menetapkan Pesan Periklanan
    Faktor kreativitas dalam beriklan lebih penting daripada biaya untuk beriklan. Pengiklan melalui 3 tahap untuk mengembangkan strategi yang kreatif, yaitu penerus pesan (message generation), evaluasi dan pemilihan pesan (message evaluation and selection), dan pelaksanaan pesan (message execution).
    1. Penerus Pesan
      Secara prinsip pesan produk seharusnya diputuskan sebagai bagian dari pengembangkan konsep produk, yaitu menyatakan keuntungan utama yang ditawarkan brand. Ada 2 cara untuk mendaptkan pertimbangan beriklan :
      Dengan cara induksi, yaitu berdiskusi dengan konsumen (sumber utama gagasan), dealer, ahli, dan pesaing.
      Dengan cara deduksi, yaitu menggunakan kerangka kerja untuk mendapatkan pesan periklanan.
    2. Evaluasi dan Pemilihan Pesan
      Iklan yang baik biasanya berfokus pada satu dalil utama penjualan. Twedt menyarankan bahwa pesan harus disusun atas kemampuan diinginkan (sesuatu yang menarik dari produk), keekslusifan (sesuatu yang berbeda yang tidak dapat ditemukan dalam brand yang lain) dan dapat dipercaya.
      Tse, Belk dan Zhou menemukan bahwa pesan iklan di Asia berbeda berdasarkan tingkat perkembangan ekonomi. ideologi politik dan pelatihan dan filosofi bisnis.
    3. Pelaksanaan Pesan
      Pengaruh pesan bergantung tidak hanya pada apa yang dikatakannya, tetapi juga bagaimana mengatakan pesan tersebut. Ada 2 maksud pesan, yaitu rational positioning (menggambarkan kegunaan rasional dari poduk dan emotional positioning (menggambarkan hal yang baik menurut perasaan tentang suatu produk).
      Pelaksanaan pesan sangat menentukan dalam produk yang sangat mirip, seperti detergent, rokok, dan kopi. Pengiklan juga menyiapkan pernyataan copy strategy yang menggambarkan tujuan, isi, dukungan dan nada dari iklan yang diinginkan. Semua pesan dapat disajikan dalam gaya pelaksanaan yang berbeda:
      • Sepotong kehidupan : menggambarkan satu atau lebih orang yang menggunakan produk tersebut dalam kehidupan normal. Contoh : iklan 3 generasi dari Pepsodent.
      • Gaya hidup : menekankan bahwa produk itu cocok dengan satu gaya hidup. Contoh : iklan rokok yang menggambarkan pria tampan yang perkasa.
      • Fantasi : membuat satu khayalan sekitar produk atau kegunaannya. Contoh : dengan Visa Card kita dapat berkeliling dunia tanpa membawa uang banyak..
      • Mood atau citra : membangun mood atau citra sekitar produk itu, seperti kecantikan, cinta atau ketentraman. Contoh : iklan Cathay Pacific.
      • Musikal : menggunakan latar belakang musik atau menggambarkan satu atau lebih orang atau karakter kartun menyajikan sebuah lagu yang melibatkan produk tersebut.
      • Simbol kepribadian : menggunakan satu karakter (bisa animasi atau riil) yang melambangkan produk tersebut. Contoh : Marlboro Man, Ronald McDonald.
      • Keahlian teknikal : menggambarkan keahlian dan pengalaman perusahaan dalam membuat produk tersebut. Contoh : iklan Hitachi menyebutkan perusahaan membuat 20,000 produk itu.
      • Bukti ilmiah : mrnggambarkan survey atau bukti ilmiah bahwa brand yang diiklankan lebih baik daripada lainnya. Contoh : iklan Pocari menyebutkan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
      • Bukti kesaksian : menggambarkan sumber yang ahli, terpandang dan dapat dipercaya yang mengakui keunggulan produk tersebut.
      Kreativitas diperlukan untuk judul (headline). Ada 6 tipe dasar dari headline:
      • berita (news)
      • keingintahuan (curiosity)
      • naratif (narrative)
      • perintah (command)
      • 1-2-3 jalan (1-2-3 ways)
      • bagaimana-apa-mengapa (how-what-why)
      Elemen-elemen susunan iklan, seperti ukuran, warna dan ilustrasi juga penting agar penikmat iklan bisa membedakan iklan tersebut dari iklan lainnya. Menurut penelitian, hal-hal yang paling penting dalam beriklan menurut urutannya adalah : gambar, headline dan isi/tulisan iklan.
Sumber : http://www.angelfire.com/id/akademika/rkuliah3.html

Memutuskan anggaran periklanan



  1. Memutuskan Anggaran Periklanan
    Empat metode yang biasa digunakan dalam penetapan anggaran periklanan telah dibahas sebelumnya, dan yang paling disukai adalah metode tujuan dan tugas (objective-and-task method) karena mensyaratkan pengiklan untuk mendefinisikan tujuan spesifik dari periklanan dan memperkirakan biaya untuk aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
    Ada 6 faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun anggaran periklanan:
    • Tahap dalam Siklus Hidup Produk : produk baru biasanya memerlukan anggaran yang lebih besar ketimbang produk yang sudah dikenal brand-nya.
    • Pangsa Pasar dan Basis Konsumen : brand yang pangsa pasarnya tinggi memerlukan anggaran, sebagai persentase dari penjualan, yang lebih rendah dibanding yang pangsa pasarnya rendah.
    • Persaingan dan Pengelompokkan : dalam pasar yang banyak pesaingnya dan pengeluaran iklannya tinggi memerlukan anggaran yang lebih tinggi dibanding yang kurang pesaing dan kurang beriklan.
    • Frekuensi Periklanan : banyaknya pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan brand.
    • Kemampuan Substitusi Produk : semakin banyak substitusi suatu produk makin besar anggarannya.
    • Karakteristik-karakteristik Pasar : pada beberapa masyarakat tidak terlalu mementingkan berapa banyak atau frekuensi dari iklan, tetapi lebih mementingkan informasi yang bisa didapatkan.
Sumber : http://www.angelfire.com/id/akademika/rkuliah3.html

Penetapan tujuan periklanan


  • Penetapan Tujuan Periklanan
  1. Tujuan periklanan harus berasal dari target pasar, market positioning dan bauran pemasaran.
    Tujuan periklanan dapat dikasifikasikan berdasarkan maksudnya, yaitu:
    1. Periklanan informatif (informative advertising) dimaksudkan sebagai tahap pelopor dari kategori produk untuk membangun permintaan awal. Periklanan informatif yang mungkin:
      • Memberitahu pasar tentang satu produk baru dan membangun citra (image) perusahaan.
      • Menyarankan penggunaan baru dari satu produk.
      • Menginformasikan pasar tentang perubahan harga, dan sebagainya.
    2. Periklanan persuasif (persuasive advertising) dimaksudkan untuk membangun "permintaan selektif" untuk satu brand tertentu, merupakan sebagian besar yang digunakan dalam periklanan. Beberapa periklanan persuasif telah bergeser ke arah periklanan perbandingan (comparison adverting) yang bermaksud membangun superioritas satu brand melalui perbandingan spesifik dengan satu atau lebih brand lainnya dalam kelas produk yang sama. Contoh periklanan persuasif:
      • Membangun brand preference atau mendorong untuk pindah ke brand kita.
      • Membujuk pembeli untuk membeli sekarang.
      • Mengubah persepsi pembeli tentang atribut dari produk.
    3. Periklanan yang mengingatkan (reminder advertising) dimaksudkan untuk mengingatkan orang dengan satu produk yang sudah mature. Satu bentuk periklanan yang berhubungan dengan ini adalah periklanan penguatan (reinforcement advertising) yang menjamin pembelian yang sekarang pembeli lakukan adalah pilihan yang tepat. Contoh periklanan yang mengingatkan:
      • Mengingatkan pembeli bahwa satu produk akan diperlukan di masa mendatang.
      • Mengingatkan pembeli tentang tempat membeli produk tersebut.
      • Memelihara ingatan tentang produk tersebut selama musim lesu penjualan.
Sumber : http://www.angelfire.com/id/akademika/rkuliah3.html

pengembangan program periklanan


Periklanan (advertising) adalah semua bentuk penyajian dan promosi non-personal tentang gagasan, barang atau jasa, yang dibayar oleh satu sponsor/pihak tertentu. Dalam perusahaan yang kecil, periklanan ditangani oleh seseorang dalam departemen pemasaran yang bekerja dengan agen periklanan, sedangkan di perusahaan yang besar ada departemen periklanan tersendiri dimana manajer departemen periklanan tersebut bertanggung jawab pada direktur marketing.
Pengembangan program periklanan diawali dengan mengidentifikasikan target pasar dan motif pembeli, kemudian baru membuat 5 keputusan utama dalam program periklanan dinamakan 5 M :

  • Mission (misi) yaitu tujuan dari periklanan.
  • Money (uang) yaitu besarnya pengeluaran untuk periklanan.
  • Message (pesan) yaitu pesan apa yang akan disampaikan.
  • Media (media) yaitu media apa yang seharusnya digunakan.
  • Measurement (pengukuran) yaitu bagaimana seharusnya hasil periklanan itu dievaluasi.
Sumber : http://www.angelfire.com/id/akademika/rkuliah3.html

Tipe Periklanan Seluler

Periklanan seluler memiliki beberapa bentuk, di antaranya:

SMS

Periklanan seluler jenis ini memang sangat mudah dilakukan, tetapi orang-orang mulai mengabaikan SMS ads apabila terjadinya spamming. SMS ini bisa sangat efektif dan efisien penggunaannya apabila dikirim ke orang yang tepat. Dengan memperhatikan pola spasial dan orang yang dikirimi ads jenis ini memang merupakan pelanggan dari layanan periklanan seluler, maka hasil yang besar bisa dicapai. Kurang interaktif merupakan ciri dari iklan dalam bentuk SMS ini, karena hanya berisi tulisan-tulisan. Sekarang ini banyak para pengiklan menggunakan software pengirim SMS massal untuk penghematan biaya sekaligus memperbanyak kuantitas.

MMS

Iklan inimenggunakan layanan MMS memiliki tampilan yang lebih atraktif, bisa menggunakan gambar, gambar bergerak, maupun video sehingga orang lebih tertarik untuk melihatnya.

Iklan baris

Saat membuka situs internet via telepon seluler, iklan baris sering muncul di atas atau di bawah layar telepon seluler. Iklan tersebut memiliki pranala yang mengarahkan ke situs web pengiklan.

Iklan video seluler

menggunakan situs berbagi video yang dapat diakses dari telepon seluler seperti YouTube pada telepon seluler, semakin tinggi peringkat video, maka harga yang dipatok semakin mahal, hal ini dapat dilihat dari banyaknya orang yang telah menonton video tersebut. Bentuk lain dari iklan video adalah mengunggah iklan langsung ke media berbagi video.

Iklan permainan seluler

Permainan dalam telepon seluler merupakan elemen hiburan yang tidak terpisahkan dari sebuah telepon seluler. Orang-orang yang memiliki banyak kesibukan pasti menginginkan sebuah hiburan kecil untuk menyegarkan pikirannya. Mobile games ads bekerjasama dengan pengiklan, pengiklan memberikan modal dengankontraprestasi tertentu, misalnya logo perusahaannya dimasukan ke dalam games. Bisa juga dibuat trial games terlebih dahulu, setelah mendapat respon yang bagus dan banyak orang yang mengunduh permainan tersebut baru dibuatkan versi berbayarnya yang menawarkan keseruan lebih dari versi trial-nya.

Iklan sebelum pesan suara

Penyedia layanan iklan memanfaatkan layanan pesan suara menjadi media beriklan. Lagu singkat yang berisi iklan dimainkan saat layanan pesan suara digunakan beberapa detik sebelum pengguna dapat merekam pesan.

Situs web seluler

Periklanan seluler jenis lainnya adalah situs web seluler, di mana situs web secara umum diakses melalui perangkat desktop yang memiliki layar monitor besar sehingga sulit diakses melalui perangkat mobile atau smartphone, di sinilah fungsi dari situs web seluler yang dapat menampilkan informasi penting dari suatu situs web pada perangkat telepon seluleryang memiliki ukuran layar monitor kecil. Situs web seluler merupakan salah satu tipe periklanan seluler yang berkembang dewasa ini seiring dengan makin bertambahnya pengguna internet seluler di Indonesia.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Periklanan_seluler

Perbandingan Narrowcasting dengan Broadcasting Periklanan

Periklanan seluler dapat memanfaatkan teknologi GPS (global Positioning System) untuk mengetahui perilaku spasial konsumen yang ditujunya.[4] Contohnya seberapa sering setiap minggunya ia mengunjungi toko yang menjual peralatan memancing, memberikan informasi yang sangat berguna bagi para pengiklan untuk mengirimkan iklannya ke telepon seluler orang yang bersangkutan. Periklanan seluler menawarkan efektifitas dan efisiensi dalam beriklan dengan sangat baik. Inilah yang disebut dengan konsep Narrowcasting dalam beriklan di media telepon seluler, yang berarti periklanan seluler tersebut menjangkau orang-orang yang spesifik dengan hasil yang lebih efektif dan dengan cost yang relatif lebih sedikit.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Periklanan_seluler